BBPPK Dan PKK Kemenaker RI, Adakan Pelatihan Inkubasi Bisnis

oleh

Lembang, SUARA PASUNDAN, – Inkubator bisnis di Indonesia mulai ramai seiring dengan tingginya antusiasme bisnis rintisan baik yang bergerak di bidang teknologi hingga inovasi produk yang variatif.

Dalam hal ini Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PPK) bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan WEWO Kinarya Bangsa,mengadakan Pelatihan Inkubasi Bisnis, sekaligus launching Layanan Informasi Inkubasi Bisnis Oleh seorang Guru Besar Tehnik , Prof. Dr. Ir. Hadi Karia Purwadaria, M.Sc., Hasil Pengolahan Pangan dari IPB dan di dampingi oleh Kepala BBPPK dan PKK Lembang Eko Daryanto, M.Si. di Jalan Lembang No. 222
Kabupaten Bandung Barat, Kamis, (20/2/2020).

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MOU yang juga diselenggarakan di Swiss Bell Resort Dago Heritage Kota Bandung tanggal 19 – 21 Februari 2020.

Kepala BBPPK dan PKK Lembang Eko Daryanto, M.Si mengatakan,
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membantu masyarakat di dalam pengembangan inkubasi bisnis yang juga sesuai dengan arahan dari Menteri Ketenaga Kerjaan, Hj Ida Fauziah yang seiring juga dengan visi Presiden Joko Widodo dalam pengembangan Sumber Daya Manusia.

Eko menjelaskan , Dalam pelatihan tersebut, semua peserta, baik yang sudah berperan sebagai pelaku usaha maupun yang berencana untuk melakukan usaha mandiri (entrepreneurship) mendapatkan berbagai informasi dan pengetahuan penting untuk meningkatkan usaha maupun sebagai bekal untuk mendirikan usaha masing-masing. Semua peserta berpartisipasi aktif di dalam pelatihan tersebut dan menyerap banyak pengetahuan yang disampaikan oleh para pelatih (tutor). Pelatihannya sendiri terbagi dalam tiga materi dengan materi pelatihan Maximize Your Culinary Business, Edible Flowers For Artisan Food Business dan Mastering Coffee Business.” jelasnya

Sementara itu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker RI) Hj.Ida Fauziah dalam pidatonya di Universitas Nadhatul Ulama menyebutkan, dalam mengembangkan SDM agar melibatkan 4 elemen, diantaranya , Elemen Pemerintah dengan program prioritas pengembangan kapasitas SDM, Instansi pendidikan dengan memastikan kompetensi lulusan yang siap masuk dunia kerja ataupun berwira usaha. Dunia industri aktif harus mendukung langkah link-match, misalnya dengan membuka program magang mahasiswa. “ tuturnya

Ida menjelaskan , jika menginplementasi 4 elemen tersebut, maka akan mewujudkan 4 elemen ini dengan bekerja sama dengan beberapa kementerian dan swasta yaitu, Inkubator Bisnis LPPM UNY ( industri kreatif), STP IPB (Processing dan Agro), LPN Universtas Udayana (industri kreatif dan pariwisata) dan Biro Humas Kemnaker. Konsep model yang telah disepakati itu kemudian harus di uji coba. Hasil uji coba akan difinalisasi untuk kemudian dijadikan rekomendasi pola kegiatan pada tahun berikutnya. Pembangunan sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia, bila mencermati data yang dikeluarkan Bank Dunia pada tahun 2018 menyebutkan bahwa kualitas SDM Indonesia berada di peringkat 87 dari 157 negara. Sementara itu, di tahun yang sama, Business World memaparkan bahwa peringkat daya saing SDM Indonesia berada di ranking 45 dari 63 negara. “ jelasnya

Masih kata Ida, “ Dan yang tak kalah pentingya adalah pengembangan ekosistem talenta nasional dan global perlu terus ditumbuh kembangkan pada berbagai tatanan, misalnya dengan menata kelembagaan yang ada (perlunya integrasi kelembagaan) berdasarkan kebutuhan kongkrit, yang dapat bergerak cepat dan didukung oleh kepemimpinan berintegritas, guna memastikan berkembangnya talenta unggul dengan inovasi dan kreatifitasnya, program dan kegiatan dan penganggaran yang dikembangkan dipastikan tidak lagi hanya business as usual.” Katanya

Ida menambahkan, perusahaan rintisan berbasis teknologi inkubator bisnis dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha rintisan, pengertian inkubator bisnis, kita perlu mengetahui bahwa ada pula istilah akselerator bisnis. Seringkali orang keliru mengenai dua istilah ini, padahal sebenarnya keduanya berbeda. Sedangkan akselerator bisnis adalah program bantuan yang mendukung bisnis start-up yang telah memiliki produk tersendiri.

Hampir sama dengan inkubator bisnis, akselerator bisnis bertujuan menumbuhkan bisnis dengan cara memberikan bantuan dana, bimbingan, dan konsultasi. Namun, akselerator bisnis akan mendapatkan keuntungan melalui kepemilikan saham. Jangka waktu bantuan dari akselerator bisnis pun terbilang lebih singkat, yaitu sekitar tiga bulan.” imbuhnya (Dans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 20 =