PD. Pasar Akan Benahi Pasar Kordon Ketempat Yang Lebih Nyaman, Guna Atasi Kemacetan

oleh

BANDUNG, SUARA PASUNDAN,- Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini PD. Pasar Bermartabat berencana akan memindahkan Pasar Kordon yang terletak di Jalan Terusan Buah Batu, Marga Cinta Kota Bandung , lantaran pasar tersebut kerap menjadi salah satu penyebabnya kemacetan yang terjadi di ruas jalan terusan Buah Batu Bandung. Selain menyebabkan kemacetan juga pasar kordon terlihat kumuh sehingga pemandangannya tidak terlalu baik ketika masyarakat melintasi jalan pasar kordon tersebut.

Dirut PD Pasar Bermartabat Herry Hermawan Menyampaikan, seperti yang kita ketahui bahwa pasar Kordon selama ini menjadi sumber permasalahan kemacetan dan kelihatan kumuh memang pemandangannya tidak terlalu baik karena disitu adalah tempat jalan mobil menuju kearah Ciwastra dan Tol Buah Batu. Saat ini pasar kordon berdiri diatas lahan pribadi masa yang membangun diatas tanah pribadi dan tanah milik PT. KAI.

“ Disitu ada sekitar 264 pedagang yang sekarang masih exis berdagang yang menempati area sekitar 1300 meter persegi, kalau kita tahu kondisinya dulu pasar kordon itu di kenal dengan pasar buah pisang dan segala macam , tapi memang penataannya dalam hal ini kami dari pihak PD Pasar Bermartabat tidak memiliki kewenangan untuk memungut segala macam, dan kami tidak msuk dalam ranah penertiban.” Ungkap Herry

Herry Mengatakan, Kemungkinan kita akan pindahkan kewilayah yang tidak terlalu jauh tapi sudah lebih nyaman, karena tanahnya sudah milik PD Pasar Bermartabat yang merupakan Pengalihan dari Pemerintah Kota Bandung dengan tanah seluas 4230 meter persegi, disana kalau kita hitung- hitung bisa menampung lebih dari 600-700 pedagang. “ Artinya tanah yang saat ini di tempati oleh para pedagang bisa di revitalisasi atau di manfaatkan lebih baik. Dari segi tata lingkungan tanah bekas pasar kordon itu bisa di pindahkan mungkin juga bisa di tata menjadi taman atau menjadi apapun itu tentu saja tergantung kesepakatan pihak pemilik/ ahli waris.” Ujarnya

Sementara itu Komisi C DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga mengungkapkan, permasalahan yang banyak sekali dikeluhkan oleh masyarakat kota bandung saat ini adalah permasalahan kemacetan, apalagi kemaren kita ada hasil survei dari IDBI yang menyebutkan bahwa Kota Bandung menjadi salah satu Kota termacet se-indonesia

Tentunya itu sebuah pukulan yang telak yang perlu jadi bahan pemikiran kita semua, “ jadi kami dengan Dinas Perhubungan pun juga pernah beberapa kali rapat dan kita sepakat untuk menidentivikasi permasalahan kemacetan yang ada di kota bandung itu salah satunya seperti Volume kapastilasi Rasio (VKR), Rasio perbandingan antara volume jalan dan juga kendaraan dan juga pengunaan kendaraan pribadi yang terlalu berlebihan, masalah tranportasi umum yang belum memadai kedisiplinan penegakan aturan. ” ujar Rendiana

“ Saya melihat langsung ke lapangan pasar kordon merupakan kombinasi dari berbagai permasalahan kalau misalnya kapasitas jalan yang ada saat ini tidak terlalu lebar dibandingkan dengan grapik kendaraan yang melewati jalur tersebut. Ada beberapa bangunan komersil juga tidak menyediakan satuan ruang parkir yang belum cukup dan ini memang permasalahan kota bandung dimana banyak juga bangunan bangunan komersil yang tidak mematuhi aturan yang sudah ditetapkan .
Dan ini saya pikir sudah berlangsung sangat lama ya sehingga memang tampak sepertinya hal ini bukan sesuatu yang dapat dihindari oleh masyarakat ataupun pemkot, sepertinya selama ini sudah memaklumi kemacetan di ruas tersebut. “ucapnya

Maka ketika dari pemerintah kota mencanangkan atau mempunyai gagasan untuk merelokasi pasar kordon tersebut kami sangat mengapresiasi , karena ini merupakan langkah tepat kami pikir seperti itu apapun kemudian upaya yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kemacetan istilahnya “mah kita tau titik kemacetan di mana kita kereyeh satu persatu kita bereskan.” katanya

Rendiana berharap , langkah ini perlu kita dukung bersama sama hanya saja memang dalam perencanaannya dalam kajianannyapun nanti harus sangat baik, saya mohon juga dari dinas perhubungan untuk di buat semacam amdalalinnya bagaimana kemudian ketika direlokasi itu merupakan langkah yang efektif untuk mengurangi tingkat kemacetan disana jangan jangan malah kemudian memindahkan titik macet, dalam memindahkan pasarnya pun harus memikirkan satuan ruang parkirnya yang disediakan harus dapat menampung jumlah kendaraan yang memang berkendaraan atau menuju ke pasar tersebut. “ (Dans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × three =